Ketahui Prospek Bagus dari Ternak Kelinci Berikut Ini !!!

Kelinci merupakan hewan ternak yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu kelinci untuk dipotong dan kelinci untuk dipelihara. Masih sedikit sekali masyarakat Indonesia yang menggeluti pekerjaan sebagai peternak kelinci, padahal banyak orang yang memelihara kelinci ataupun menjadikan kelinci sebagai santapan.

Anda bisa saja mendapatkan keuntungan dari beternak kelinci, baik kelinci pedaging ataupun kelinci hias sekaligus menekuni hobi untuk memelihara kelinci. Jika anda masih ragu dalam peluang beternak kelinci, anda harus melihat prospek bisnis yang satu ini terlebih dahulu.

Perencenaan bisnis ternak kelinci



1. Pangsa Pasar

Hal paling terpenting ketika ingin memulai bisnis adalah melihat pasar atau konsumen terlebih dahulu. Jika ada konsumen, maka bisnis ini memiliki masa depan. Sebenarnya selalu saja ada orang yang tertarik untuk memelihara kelinci hias ataupun memakan daging kelinci. 

Popularitas kelinci memang masih kalah dibandingkan anjing atau kucing, tetapi masih banyak pecinta kelinci yang bahkan membentuk komunitas. Sedangkan tingkat konsumsi daging kelinci juga mencapai 1 ton dalam setahun di Kalimantan Timur. Harga daging kelinci juga bisa mencapai 70 ribu Rupiah untuk 1 kg.

Pangsa pasar untuk kedua jenis kelinci tersebut memang sangat besar. Namun, anda harus memilih satu dari dua jenis kelinci tersebut yang akan anda ternak. Perawatan untuk kedua jenis kelinci tersebut akan sangat berbeda. Akan sangat sulit menggabungkan mereka dalam satu peternakan.


2. Modal 

Bisnis ternak kelinci bisa dilakukan dengan modal yang sangat kecil, yaitu di bawah 10 juta Rupiah. Perhitungan modal ini didapatkan dari hasil membeli perlengkapan ternak, kandang, bibit, pakan, obat, suplemen, hingga tenaga kerja.

Modal untuk bisnis ternak kelinci terbagi menjadi dua jenis, yaitu modal awal dan modal tetap. Modal awal hanya anda keluarkan sekali pada saat pertama kali membentuk bisnis ini. 

Modal awal berupa biaya pembuatan kandang, pembelian bibit, dan perlengkapan lain. Sedangkan modal tetap harus anda keluar setiap bulan dengan jumlah yang tetap, seperti pakan, obat, suplemen, dan tenaga kerja.

Berikut rincian perhitungan modal yang akan anda keluarkan jika ingin memulai ternak kelinci hias:


Modal Awal
Keperluan Harga
Kandang Rp. 1.500.000
Perlengkapan (sapu, Pel, dll) Rp. 500.000
Induk betina 20 ekor Rp. 600.000
Induk pejantan 4 ekor Rp. 100.000
Total Rp. 2.700.000


Modal Tetap
Keperluan Harga
Pakan Hijau Rp. 1.000.000
Pakan Konsentrat Rp. 2.500.000
Suplemen Rp. 500.000
Tenaga Rp. 2.000.000
Total Rp. 6.000.000

Anda bisa memulai bisnis budidaya kelinci hias dengan modal sekitar 8,7 juta Rupiah pada awalnya. Kemudian, modal yang anda keluarkan hanyalah 6 juta Rupiah. 

Selain modal untuk bisnis kelinci hias, berikut ini juga terlampir modal berbisnis budidaya kelinci pedaging:


Modal Awal
Keperluan Harga
Kandang Rp. 1.500.000
Perlengkapan (sapu, Pel, dll) Rp. 500.000
Induk betina 20 ekor Rp. 2.000.000
Induk pejantan 4 ekor Rp. 600.000
Total Rp. 4.600.000


Modal Tetap
Keperluan Harga
Pakan Hijau Rp. 1.000.000
Pakan Konsentrat Rp. 2.500.000
Suplemen Rp. 500.000
Tenaga Rp. 2.000.000
Total Rp. 6.000.000

Sedangkan modal awal untuk mulai bisnis budidaya ternak kelinci pedaging lebih besar 1,9 juta Rupiah. Modal tetap untuk mulai ternak kelinci pedaging tetap sama seperti menjalankan ternak kelinci hias.

Dalam beternak kelinci, anda cukup membeli kelinci betina yang lebih banyak dibandingkan kelinci jantan karena satu kelinci jantan dapat kawin dengan banyak betina sekaligus. Selain mempertimbangkan modal, Anda juga membutuhkan teknis budidaya kelinci secara tepat yang mempertimbangkan peningkatan kualitas bobot.


3. Perkiraan Penjualan

Setelah menetapkan modal awal, saatnya anda menghitung kemungkinan keuntungan yang akan anda dapatkan. Satu ekor kelinci betina dapat melahirkan hingga 25 ekor anak kelinci dalam setahun. Artinya, akan ada 500 kelinci baru dalam waktu setahun. 

Harga kelinci hias berkisar antara 100 ribu Rupiah hingga 900 ribu Rupiah tergantung dari jenisnya. Anggap saja anda menjual seharga 500 ribu Rupiah sebanyak 50 ekor kelinci dalam sebulan, maka anda akan mendapatkan omzet sebesar 25 juta Rupiah. Itu hanya penjualan dalam sebulan.

Berbeda lagi dengan asumsi keuntungan penjualan kelinci pedaging. Kelinci pedaging dapat terjual dengan harga 550 ribu Rupiah hingga 750 ribu Rupiah. Jika anda menjual seharga 550 ribu Rupiah dengan jumlah 50 ekor dalam sebulan, maka keuntungan kotor yang akan anda dapatkan adalah 27,5 juta Rupiah.


4. Memilih Jenis Kelinci

Untuk mendapatkan keuntungan yang semakin tinggi, anda harus menjual jenis kelinci yang mahal dan berkualitas. Baik kelinci hias dan kelinci pedaging memiliki jenis yang berbeda-beda. 

Jenis kelinci hias terbaik terbagi menjadi kelinci jerman angora, kelinci giant angora, kelinci netherland dwarf, kelinci Havana, kelinci dwarf hotot. 

Kelinci jerman angora terkenal dengan bulu warna putih yang sangat tebal. Namun, ada beberapa kelinci jerman angora dengan bulu leher berwarna hitam hingga cokelat. Badan kelinci yang satu ini juga cukup besar. 

Kelinci besar lainnya, seperti namanya, adalah kelinci giant angora. Jenis kelinci yang satu ini juga memiliki bulu putih seperti kelinci jerman angora. Kelinci giant angora bisa dihargai hingga 800 ribu Rupiah.

Kelinci netherland dwarf memiliki badan yang kecil dengan berat sekitar 1 kg saja. Kelinci ini memiliki bulu halus berwarna putih dengan muka yang sangat imut. Meski imut, kelinci ini cukup agresif. Harga kelinci netherland dwarf bisa mencapai 500 ribu Rupiah.

Kelinci Havana sangat unik dengan bulunya yang berwarna hitam. Berbeda dengan kelinci lainnya, kelinci Havana tidak terlalu agresif. Harganya berkisar antara 250 ribu hingga 1 juta Rupiah.

Kelinci hias terakhir, yaitu kelinci drawft hotot memiliki harga sekitar 300 ribu Rupiah. Kelnci ini terkenal dengan muka imut dan bulu berwarna putih.

Kelinci pedaging terbaik terbagi menjadi 4 jenis, yaitu kelinci new zealand, kelinci rambon, kelinci Flemish giant, dan kelinci rex.

Kelinci new zealand merupakan kelinci yang paling umum dengan tubuh berwarna putih dan mata merah. Harganya antara 250 ribu Rupiah hingga 750 ribu Rupiah. 

Kelinci rambon terkenal dengan warna bulunya yang cokelat dengan tubuh yang lebih besar dibandingkan kelinci new zealand. Berat badan kelinci rambon bisa mencapai 3,5 kg. Harga kelinci yang satu ini bisa mencapai 400 ribu Rupiah.

Kelinci Flemish giant sangat terkenal karena badannya yang sangat besar. Bobot tubuhnya bisa mencapai 12 kg. Harganya juga sangat mahal, mencapai 2 juta. 

Kelinci pedaging terakhir adalah kelinci rex yang memiliki bulu berwarna putih yang sedikit totol berwarna hitam. Badan kelinci ini seperti kelinci rambon dan kelinci new zealand. Harga kelinci rex mencapai 400 ribu Rupiah.

Itulah berbagai prospek bisnis kelinci hias ataupun pedaging yang harus anda perhatikan. Potensi keuntungan yang akan anda dapatkan cukup besar. Namun, harus diimbangi dengan usaha yang tidak kalah besar pula.

im

0 Komentar