Ulang Tahunku Adalah Titik Kebahagiaan

titik kebahagiaan cerpen robby jungjunan

Hallo namaku Jess. Sahabatku sering panggil "Buncit". Bukan karena perut aku yang buncit tapi, mereka beralasan karena pipiku yang cembung kayak perut om-om. Pandangan orang mengenai nama panggilan terlihat agak Body Shaming, tapi karena kedekatan dengan sahabat, aku rasa ini bukan sebuah penghinaan.

Dihari libur, seringkali aku menghabiskan waktu dengan sahabat menjelajahi kota dan menikmati tempat-tempat yang aesthetic. Saking deketnya, orang tua sampe percaya bahwa aku akan kerja kelompok bareng sahabatku padahal sebenarnya aku lagi pengen nonton bareng sama pacarku bernama soraya yang bucin.

Aku kasih tau bahwa aku punya 4 orang sahabat. Pertama bernama angela. Dia menyukai boba yang sehari bisa order hingga 3 kali dan bobanya selalu dimakan setelah minumannya habis. Selanjutnya bernama Dito, Dia menyukai ayam original KFC tapi dia selalu request ke mbak kasir buat digeprekin ayamnya. Agak konyol sih. Ketiga bernama Rifki, orangnya sosial banget bahkan saking banyaknya yang dia kenal sampai orang yang ada dijalanan pun dia sapa. Keempat bernama Fadil, Dia adalah perasa banget tapi selalu menjadi pengingat yang baik bagi persahabatan kita. Orangnya agak ngondek tapi paling ditunggu dalam tongkrongan karena kocak banget.

Tapi beberapa hari ini cukup kesal dengan semua sahabatku. Bagaimana tidak, minggu depan adalah hari ulang tahunku. Aku akan mengadakan pesta namun, mereka tidak membantu menyiapkan ini dan selalu beralasan sibuk. 

Dengan bantuan soraya pacarku, akhirnya kita menyiapkan semuanya berdua. Namun, bersyukur juga karena momen ini adalah hal langka selama dalam hubungan kita. Aku selalu berpikir positif bahwa sahabatku mungkin tidak ingin membantu tujuannya agar mendapatkan apa yang aku syukuri sekarang.

Tepat hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku tak sabar menunggu pukul 6 sore untuk memulai acaranya. Sangat antusias banget mungkin karena aku adalah ikon di acara yang meriah ini terlebih ada 50 undangan yang aku bagikan. 

Malam hari telah tiba. Aku sudah tepat berada di depan tempat acaranya ditemani dengan Soraya. Setelah masuk, aku kaget. Mengapa yang kulihat hanya ada Fadil yang sedang kebingungan. Hingga akhirnya aku sapa. 


"Hei Fadil" teriak aku.

"Hei, ini kok acaranya sepi sih. Lu undang berapa orang?. Kayaknya sedikit deh yang bakal datang. Jam segini baru gua doang yang datang" tanya fadil sambil menunjuk jam yang berada pada pukul 17:58.

"Yaudah kita tunggu aja deh" Jawab aku.


Akhirnya kita bertiga menunggu sambil mengobrol dan mengharapkan akan ada kedatangan dari teman lainnya yang mereka undang. 

Namun sudah hampir 2 jam menunggu, keadaan masih tetap sama yaitu hanya ada aku, fadil dan pacarku soraya saja. 


"Duh kok belum ada yang kesini ya?" heran aku.

"Ya klo terlalu malam gini mungkin saja, mereka semua gak datang jess" Jawab Fadil.

"Sekarang aku tahu bahwa teman dan sahabat ku tidak terlalu memperdulikanku. Mereka tidak datang padahal aku hanya mengundang mereka 1 tahun sekali" Keluhan aku dengan nada sedih.


Aku cukup sedih terlihat dari bagaimana nada aku berbicara dan mata yang berkaca-kaca. Hingga akhirnya aku putuskan untuk pulang saja. Karena fadil tidak membawa kendaraan, Soraya mengajak fadil untuk ikut kerumahku agar bisa menghibur.

Sudah tak kuat ingin segera sampai rumah, pergi ke kamar, kunci pintu dan nangis sekeras-kerasnya melampiaskan kekecewaan di hari spesial ini. Namun, ditengah perjalanan Soraya mengajak aku untuk pergi makan dulu ke Kopi Berjajar, tempat favorit klo lagi pacaran sama Soraya. Aku iyain aja karena fadil juga aku rasa belum makan malam kasian udah datang.

Setelah sampai sana, cukup aneh karena baru jam 08:30 tempatnya kok udah sepi banget. Yaudah masuk aja dengan hati yang masih sedih. 


"Surprise......." Teriak Soraya bersama tamu undangan saat aku membuka pintu.

"haaaaaaaah" aku yang kaget dan bingung

"Waduh ada apa nih?" Fadil yang heboh sendiri

"Ya ini adalah acara ulang tahunmu sayang" Jelas soraya.


Pembawa acara mulai berbicara. Aku diberikan tempat untuk memberi sambutan dan menceritakan apa yang aku alami.

Cukup terkejut ketika semua sahabatku juga datang dan berkontribusi untuk membuat rencana ini. Terharu juga begitu niatnya membuat acara ini setelah semua orang yang terlibat yaitu sahabat dan pacarku diatas panggung. Dan tidak lupa teman-temanku yang sudah datang, aku benar-benar mengucapkan terima kasih karena ikut memeriahkan acara ulang tahunku.

Sekedar fakta, sejak semua sahabatku membuat kesal minggu lalu ternyata sebelumnya Soraya dan sahabatku sudah merancang acaranya. Undangan yang dibagikan memang pukul 08:30 , Aku tak tahu karena soraya dan aku sepakat bahwa acara akan diadakan pukul 6 sore.

Fadil adalah korban kedua dimana hanya tahu rencananya cuman tutup mata lalu bilang surprise.  padahal ada rencana lain yang dibuat tanpa sepengetahuannya. Undangan punya Fadil pun sudah dimanipulasi tempat dan waktunya.

Ya aku tertawa melihat cerita semuanya mungkin Fadil terlalu gak enakan dan perasa hingga dikhawatirkan malah ngebocorin semuanya. 

Aku bahagia bukan karena acaranya yang mewah tapi karena niat dari sahabat dan pacarku yang membuat semuanya berkesan. Menurutku ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai.

Bagi kamu yang sedang merasa sedih hari ini, tetap semangat, berpikir positif bahwa Tuhan sudah merencanakan kebahagianmu diwaktu yang tepat.

Cerita ini adalah fiksi yang diikutsertakan dalam Lomba Blog Menulis Fiksi “Ulang Tahun” yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Semarang Gandjel Rel

im

0 Komentar