Perbedaan Tumbler dan Termos

Dewasa ini, banyak orang yang menggunakan tumbler sebagai bentuk dukungan dalam kampanye pengurangan sampah plastik.

Beberapa instansi di Indonesia bahkan mewajibkan karyawannya untuk membawa tumbler, demi mengurangi limbah plastik botol air mineral kemasan.

Tidak hanya Indonesia, sebagian besar masyarakat dunia pun gemar menggunakan tumbler.

Tumbler menjadi salah satu bagian dari gaya hidup sehat dan upaya mencintai lingkungan.

Namun, sebenarnya apa itu tumbler? Tahukah Anda perbedaan tumbler dan termos?

souvenir tumbler murah

Secara definisi, tumbler adalah gelas minum tanpa kaki dan batang, baik di bagian atas maupun bawahnya, dengan dasar runcing atau cembung. Nama “tumbler” awalnya melekat pada cangkir yang terbuat dari logam dengan bentuk agak pendek tanpa gagang, bagian bawah bundar.

Tumbler berasal dari Timur Tengah sekitar abad ke 17.

Ketika diletakkan di atas meja, tumbler akan bergulung dan jatuh, kemudian menumpahkan sebagian minuman di dalamnya. Konsep tersebut menjadi dasar pembuatan tumbler pada masa ini.

Baca Juga: Souvenir Tumbler Murah, Beli Aja di Souvenirku.id

Sedangkan termos adalah suatu alat yang memiliki bentuk seperti halnya botol dengan bahan yang dilapisi beberapa dinding berlapis yang berfungsi untuk mempertahankan panas agar selalu stabil dan memiliki suhu yang tetap seperti saat awal dimasukkan.

Termos ditemukan oleh seorang ilmuan bernama James Dawer, sekitar tahun 1892, yang kemudian dikenalkan dipasaran oleh muridnya, Reinhold Burger.

Dari penemuan tersebut, pada tahun 1907 muncul perusahaan tabung hampa penyimpan cairan panas, yaitu Thermos Ltd, dengan merek dagang bernama Thermos. Produk tersebut masuk ke Indonesia pada jaman kolonial Belanda.

Sama seperti fungsi utamanya, termos digunakan untuk menyimpan air panas dan dapat bertahan dalam beberapa hari.

Adanya dinding termos yang dirancang dengan bahan seperti kaca, kalor atau suhu panas dalam air panas tidak akan berpindah dengan cepat.

Radiasi panas yang dipancarkan oleh air panas mendidih, ketika dimasukkan ke dalam termos, dapat ditahan oleh lapisan dalam dinding termos yang terbuat dari bahan mengkilap tersebut.

Agar suhu air dalam termos bertahan lebih lama, tentu tutup tremos tidak boleh terlalu sering dibuka.

Saat ini, yang beredar dipasaran, terdapat dua jenis termos, yaitu termos panas dan termos es. Termos es memiliki konsep yang hampir sama dengan termos panas, hanya saja berfungsi untuk menjaga suhu agar tetap dingin dengan memasukkan bongkahan es. Sekarang, termos juga tidak hanya digunakan di rumah sebagai perlengkapan rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu peralatan yang wajib dibawa saat travelling.

Tumbler sendiri diproduksi sebagai salah satu tempat air yang dapat mempertahankan suhu, baik dalam suhu panas maupun dingin, dalam jangka waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan termos.

Tumbler tidak hanya difungsikan sebagai tempat air, seperti termos, tetapi juga sebagai tempat minum. Berbeda dengan botol air biasa maupun termos, tumbler tidak bisa ditaruh sembarang tempat, atau bahkan dibiarkan masuk ke dalam tas secara asal.

Tumbler digunakan oleh kebanyakan orang pada saat berpergian atau ketika sedang berada di luar rumah.

Tumbler dapat memungkinkan Anda untuk menyesap air minum, baik panas maupun dingin, dengan sangat mudah.

Tumbler cocok digunakan untuk Anda yang mempunyai gaya hidup aktif dan padat, bermobilitas tinggi.

Di era ini, rata-rata tumbler terbuat dari bahan plastik, kaca, maupun stainless steel. Ketika Anda akan membeli tumbler, tentu perlu memperhatikan beberapa hal seperti insulasi suhu yang dimiliki, ukuran yang Anda butuhkan, tutup tumbler yang berkualitas, serta hal terpenting, yaitu terkait dengan label food grade. Pilihlah tumbler yang memiliki sertifikat free BPA.

0 Komentar