Senin, 27 Agustus 2018

Menyikapi Pengaruh Media Sosial di Masyarakat

dampak positif dan negatif media sosial

Media sosial sudah mendunia saat ini, masyarakat dari semua generasi sudah mulai mengenalnya dan menggunakannya . Media sosial memang sangat bermanfaat untuk menunjang komunikasi jarak jauh dan ini sebagai evolusi dari cara berkomunikasi zaman dulu.

Namun, disisi lain banyak orang yang menyikapi media sosial ini untuk hal-hal yang negatif bahkan jauh menyimpang dari aturan dan norma yang ada. Tentu saja kita selaku orang yang memiliki kemampuan lebih terhadap kemajuan teknologi ini untuk selalu memberikan cerminan kepada para pengguna baru agar mereka bisa menggunakan media sosial sebagaimana mestinya.

Dengan begitu, untuk generasi dibawah kita atau orang yang baru melek media sosial bisa menggunakannya didalam jalur yang benar. Media sosial juga bisa mengubah pola pikir yang membacanya, orang-orang yang memiliki prilaku menyimpang selalu mempengaruhi teman di media sosial agar mereka masuk kedalam pola pikirnya dan dipengaruhi juga untuk selalu membagikannya.

Tidak jarang kita menemui sebuah broadcast yang berisikan berita-berita hoax atau menyebar sebuah kebencian dan orang yang baru menggunakan media sosial mudah untuk dipengaruhi dan mereka terlalu cepat bertindak untuk membagikannya lagi, tidak jarang broadcast tersebut bisa dibaca oleh setengah penduduk Indonesia dalam waktu 1 hari.

Bisa saja media sosial menolongmu, tapi bisa juga media sosial membunuh kehidupanmu. Jika tidak disikapi dengan benar maka kehancuran akan datang kepadamu. Banyak kasus kejahatan akibat dari media sosial mulai dari penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, sampai kasus tipu menipu. Ini terjadi akibat lalainya kita dalam menjaga diri di media sosial dan kurang pengetahuan terhadap apa yang kita gunakan.

Anak kecil jaman sekarang sangat berbeda jauh dengan anak jaman dulu, dimana anak jaman dulu masa kecilnya penuh dengan kehidupan sosialnya sedangkan anak jaman sekarang? mereka lebih anti sosial karena oleh orang tuanya sudah diberikan gadget sehingga anak tersebut menjadi kecanduan dan menjadi sosok yang anti sosial.

Mengapa saya singgung soal anak kecil, karena anak dibawah umur lebih rentan terkena dampak negatif dari sebuah media sosial ataupun gadget itu sendiri. Seorang Bill Gates sang pencipta Microsoft saja memberikan gadget pada ketiga anaknya pada umur 14 tahun. Walaupun anaknya protes karena teman sebayanya sudah mempunyai gadget, tapi bill gates berkata bahwa akan banyak manfaat positif jika anak tidak memiliki ponsel pada usia dini. Para pakar psikologi Paling tidak anak diberi smartphone pada umur 12-14 tahun. Jangan biarkan anak anda masuk kedalam kegelapan dunia teknologi walalupun anak merasa nyaman, tapi orang tua harus memikirkan nasib anak tersebut untuk masa depannya. (Baca : Usia Berapa Anak Boleh Memiliki Ponsel Sendiri?)

Menyikapi masalah media sosial dan kemajuan teknologi jaman sekarang, harus disikapi dengan cara yang sewajarnya dimana kita hanya menggunakan ketika dibutuhkan dan memiliki manfaat saat menggunakannya. Jangan sampai lupa waktu karena anda sibuk scroll status orang yang manfaat nya gak bisa anda dapatkan dan jangan sampai mengganggu produktifitas dan kreatifitas anda.

Kesimpulan:
Ada 2 tipe orang ketika diberikan sebuah gadget, mereka semakin pintar dan bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan ada orang yang makin kecanduan malah menjadi budak modernisasi. Kita selaku orang yang lebih tua hendaknya selalu memberikan pengajaran kepada yang lebih muda untuk senantiasa menggunakan gadget dengan semestinya dan jadilah contoh untuk generasi dibawah kita.



EmoticonEmoticon